Guru Tari Jadi Tersangka Pencabulan Anak Diringkus Polresta Malang Kota

- Kamis, 20 Januari 2022 | 13:24 WIB
Guru tari di Kota Malang yang disangka menjadi predator anak kekerasan seksual
Guru tari di Kota Malang yang disangka menjadi predator anak kekerasan seksual

LumajangNetwork - Pencabulan anak terus berkeliaran. Seorang guru tari tradisional di Klojen, Kota Malang dibekuk polisi karena menjadi tersangka kasus kekerasan seksual terhadap sejumlah anak. 

YR (37 tahun) warga Klojen, Kota Malang disangka melakukan pencabulan terhadap tujuh orang anak gadis dibawah umur.

“Ada tujuh laporan dari para korban yang dilaporkan pada tanggal 17 dan 18 Januari 2022 dengan satu orang tersangka yang berprofesi sebagai guru sanggar tari di Kota Malang," ujar Kepala Polresta Malang Kota, Kombespol Budi Hermanto mengkonfirmasi pencabulandalam konferensi pers yang di gelar pada Kamis (20/1/2022 ).

Baca Juga: OTT KPK, Hakim, Panitera dan Pengacara Ditangkap Di PN Surabaya Terkait Isu Suap, 2 Nama Dirilis Ke Publik

Pelaku merupakan guru sanggar tari jaranan, selanjutnya pelaku meminta korban untuk melaksanakan meditasi bersama di kamar lantai dua rumah tersangka dengan iming - iming apabila korban melakukan ritual tersebut maka korban akan menjadi penari jaranan yang bagus dan rata -rata korban mempercayai nya. Dan pada saat meditasi ternyata korban dicabuli dan disetubuhi oleh pelaku.

Baca Juga: BREAKING NEWS, KPK OTT Hakim di Pengadilan Negeri Surabaya


"Modus pelaku pura pura melakukan meditasi dengan ritual tertentu dalam tari jaranan tapi ternyata Korban dicabuli dibawa ke dalam suatu kamar, diraba-raba, dilakukan pencabulan disetubuhi. Dari tujuh korban, enam korban disetubuhi, satu orang pencabulan yang masih dalam tahap penyidikan petugas. Pelaku dikenakan pasal 81 dan 82 UU RI No.35 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun hukuman penjara, " ujar Budi. 

Baca Juga: OTT KPK di PN Surabaya, Hakim, Pengacara, Panitera Ikut Terjaring

Korban yang rata-rata berusia 12 sampai 15 tahun merupakan satu kelompok tari yang sama dengan pelaku mengalami ada yang 2 kali atau bahkan 3 kali persetubuhan atau pencabulan. Korban diiming-imingi harapan akan menjadi penari yang lebih baik lagi dengan melakukan ritual tersebut.

Halaman:

Editor: Adi Permana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Belasan Sapi di Batang, Jateng Terindikasi PMK

Selasa, 17 Mei 2022 | 21:50 WIB
X