Peternak Lumajang Panik PMK Jual Murah Sapi, 380 Sapi Sudah Tertular, 5 Mati

- Jumat, 13 Mei 2022 | 21:38 WIB
Laju penularan cepat PMK dan adanya kematian sapi membuat para peternak rela menjual sapinya dengan murah sebelum mereka mendapat kerugian lebih besar. (Pixabay.com)
Laju penularan cepat PMK dan adanya kematian sapi membuat para peternak rela menjual sapinya dengan murah sebelum mereka mendapat kerugian lebih besar. (Pixabay.com)

LumajangNetwork- Peternak sapi di Lumajang panik dengan mewabahnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayahnya hingga jual peliharaannya dengan harga murah, data resmi Pemkab Lumajang pada 12/5, 380 sapi tertular dan 5 sudah meninggal dunia.

Laju penularan cepat PMK dan adanya kematian sapi membuat para peternak rela menjual sapinya dengan murah sebelum mereka mendapat kerugian lebih besar.

Berbeda di beberap wilayah lain di Jatim, penularan PMK yang cepat di Lumajang hingga timbulkan angka kematian yang lebih tinggi dibanding daerah lain membuat para peternak sapi panik dan ingin segera sapinya terjual.

Baca Juga: FKH Unair Bentuk Tim Khusus Penanggulangan Wabah PMK di Jatim

Hal serupa juga dikabarkan Kabar Lumajang dalam warta Khawatir Ancaman PMK, Warga Lumajang Rela Jual Murah Sapi Ketimbang Ternaknya Meninggal

Ain Fitria, warga Desa Nguter, Kecamatan Pasirian mengaku terpaksa menjual 1 dari 4 sapinya yang terinfeksi PMK.

"Saya punya sapi 4 ekor, sakit semua jadi yang satu terpaksa dijual," ujar Ain pada Kamis, 12 Mei 2022.

Baca Juga: Manusia Dapat Tertular PMK dari Susu dan Daging yang Tidak Diproses, Waspada

Ia mengaku rela merugi dengan pertimbangan adanya ancaman kematian pada sapinya bila tak kunjung dilepas untuk dijual.

Halaman:

Editor: Naufal Firdaus Nurdiansyah

Tags

Terkini

X