Niat Ibadah Kurban dan Aqiqah Boleh Bersamaan saat Idul Adha, Begini Penjelasan Ulama

- Kamis, 23 Juni 2022 | 17:55 WIB
Pendapat ulama yang membolehkan dua niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat kurban dan aqiqah sekaligus. (PIXABAY/hbieser)
Pendapat ulama yang membolehkan dua niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat kurban dan aqiqah sekaligus. (PIXABAY/hbieser)

LumajangNetwork – Kurban dan aqiqah adalah ibadah yang membutuhkan pengorbanan materil untuk membeli hewan yang akan sembelih.

Waktu pelaksanaan kurban dan aqiqah ada perbedaan, dimana kurban dilaksanakan tanggal 10-13 Dzulhijjah atau saat Idul Adha, sedangkan aqiqah pelaksanaan tidak terikat waktu.

Saat momen sudah mendekati hari raya Idul Adha sedangkan kemampuan hanya bisa melakukan salah satu ibadah tersebut maka muncul niat kurban dan aqiqah bersamaan.

Berikut ulama yang membahas masalah niat kurban dan aqiqah bersamaan yang telah dikutip Lumajang Network dari situs NU Jatim.

Baca Juga: Hukum Pembayaran Sembelih Hewan Kurban dalam Idul Adha dengan Kepala dan Kulitnya, Kata Syekh Ali Jabber

Pendapat Imam Ramli yang membolehkan dua niat dalam menyembelih seekor hewan, yakni niat kurban dan aqiqah sekaligus.

Referensi mengacu pada kitab Tausyikh karya Syekh Nawawi al-Bantani yang berbunyi :

قال ابن حجر لو أراد بالشاة الواحدة الأضحية والعقيقة لم يكف خلافا للعلامة الرملى حيث قال ولو نوى بالشاة المذبوحة الأضحية والعقيقة حصلا

Artinya: Ibnu Hajar berkata bahwa seandainya ada seseorang menginginkan dengan satu kambing untuk kurban dan aqiqah, maka hal ini tidak cukup. Berbeda dengan al-‘Allamah Ar-Ramli yang mengatakan bahwa apabila seseorang berniat dengan satu kambing yang disembelih untuk kurban dan aqiqah, maka kedua-duanya dapat terealisasi.

Halaman:

Editor: Dody Bayu Prasetyo

Sumber: NU Jatim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X