Mengenal Dam atau Denda Pada Haji, Penyebab dan Besaran yang Harus Ditunaikan

- Selasa, 17 Mei 2022 | 08:08 WIB
Dam adalah denda yang dikenakan dalam pelaksanaan haji karena berbagai penyebab dan memiliki besaran yang berbeda-beda. (Unsplash/ Haidan)
Dam adalah denda yang dikenakan dalam pelaksanaan haji karena berbagai penyebab dan memiliki besaran yang berbeda-beda. (Unsplash/ Haidan)

LumajangNetwork- Dam adalah denda yang dikenakan dalam pelaksanaan haji karena berbagai penyebab dan memiliki besaran yang berbeda-beda.

Haji dikenakan dam atau denda ketika jamaah haji melanggar wajib haji, besaran dam menyesuaikan aturan yang dilanggar.

Wajib haji yang dikenakan dam adalah kegiatan pelengkap rukun haji, ketika jamaah haji melanggar rukun haji maka ibadahnya tidak sah, tetapi jika melanggar wajib haji wajib membayar dam dengan besaran tertentu.

Baca Juga: PCIM Muhammadiyah Arab Saudi Bentuk Lembaga Khidmat Haji dan Umroh, Bantu Layani Jamaah

Jika wajib haji terdapat pelanggaran atau ada yang tidak dilakukan maka hajinya tetap sah setelah membayar dam atau denda, diantara wajib haji adalah

1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.

2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).

Baca Juga: Hukum Perempuan Haji Tanpa Suami Atau Mahram dalam Mazhab Syafii

3. Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap, “Allahu Akbar, Allahummaj ‘alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)”. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumrah jurang besar tempat jumrah.

Halaman:

Editor: Naufal Firdaus Nurdiansyah

Tags

Terkini

X